Sekelumit perjalanan ke Pelintung, pinggiran wilayah Dumai, Riau

Dari sekian banyak perjalanan mengunjungi kota2 di tanah air, sepertinya daerah ini yang paling banyak kukunjungi. yap, nama daerahnya adalah Pelintung, berada di wilayah Medang kampai, Dumai, Riau. Perjalanan ini biasanya saya lakukan berangkat dari Medan, SUMUT dengan menggunakan transportasi bis malam (ada Bis Makmur, Bis Bintang Utara, dan bis Lorena jg). Pilihan yang lain adalah pesawat dari Medan – Pekanbaru (ibukotanya Riau) dan kemudian perjalan darat 4-5 jamm dari Pekanbaru – Dumai via Duri.

Dari segi transportasi, seharusnya dengan menggunakan bis malam ini, anda akan merasa cukup nyaman. Kursi yang nyaman, kelas perjalanan yang variatif (tergantung kantong anda, ada yang seat 2-2 ekonomi, 2-2 bisnis atau 2-1 eksekutif). harga bervariatif dari Rp 150.000 – Rp 200.000. Saya sarankan anda untuk memakai bis 2-1 eksekutif (Rp 200.000) karena anda akan bisa tidur dan santai di dalam bis, kondisi nyaman dan aman. Kabin bis terisolasi penuh dari suara luar, karena ada pintu sekunder di belakang sopir. sehingga bener-bener nyaman tidak berisik. Full AC, bagi yang tidak suka AC, bisa memakai selimut yang di sediakan dan bantal untuk nyaman bersandar di kursi yg didesain khusus untuk kenyamanan duduk. Perjalanan malam biasanya berangkat antara pukul 19.00- 20.00. Jadi bagi yang ada di medan kota, lebih baik berangkat ke pool bsi di SMraja tersebut jam 18.00. insyaallah anda akan sempat beristirahat dan tidak pusing terjebak macet di sekitar jl Juanda atau SMRaja hehehe.

Menuju TKP, Bis akan tiba stasiun Bis provinsi di Dumai. Kota kecil dengan penduduk yang beragam latar belakang suku, agama, dsb. Stasiun ini berada di pinggiran kota, jadi untuk ke kota dumai anda bisa menumpang shuttle mini-bis dr bis yang anda pakai dari Medan, atau naik angkot atau Ojek. anda tinggal sebutkan alamat yg anda tuju dan negokan harganya sebelum anda naik. Bagi yang punya keluarga/ teman bisa numpang hehehe, kalau yang g punya kaya saya, ya nginap di mess kantor atau di hotel. beberapa pilihan hotel di kota Dumai antara lain: Hotel Grand Zuri (***), Hotel Comfort, dsb. kebanyakan akan bertarif antara Rp 200.000 – Rp 300.000.

Pelintung sendiri berjarak 30 km dr Dumai, tidak ada angkutan umum menuju lokasi, karena yang ada disitu adalah sebuah kawasan industri besar milik salah satu gruop perusahaan terkemuka di indonesia. Jalur transportasi sudah dibangun dengan jalan aspal dan beton di beberapa kilometer jalan. menurut cerita penduduk sekitar, daerah tersebut sebelum ada kawasan industri dumai, lebih dikenal sebagai tempat dimana jin-jin membuang anak. harga lahan yang sangat murah dan tidak bernilai ekonomis. akan tetapi dengan kehadiran kawasan industri tersebut pada tahun 1999/2000 telah mengubah wajah dan sistem sosial ekonomi masyarakat. Listrik tersedia dan roda ekonomi berputar kencang. berbagai cluster perumahan telah mulai bermunculan di sepanjang jalan menuju kawasan industri tersebut.

ok, cut here… sekarang sy akan bahas sedikit oleh-oleh dari perjalanan kesana dalam rangka dinas. bukan makanan atau benda, tapi sekelumit foto-foto yg menurut saya bisa dibagi dengan temen-temen semuanya. Foto ini sy ambil disela-sela break dan after hours setelah pulang kerja dibelakang mess perusahaan yang saya tinggali selama disana.

flower 1

Hihihi, bunga ini yang perhatianku, karena nongkrong dengan meriahnya didepan kamar mess-ku.
adalagi bunga lainya di sekitarnya, sekalian aja dah berbaris rapi disini…

dont know the name hehehe 😦


Flower 3

dont know the name too :((


Flower 4

dunno the name aaaaaaaaaa T-T


it is kembang sepatu flower

Kembang Sepatu


G tau ini namanya apa

Oke, bunga-bunga dah keluar semua. masih banyak si bunga yang lain, tapi kemarin ga sempat ngambil fotonya. Kalo ada yang tau namanya, kasih koreksi ya..
selain bunga-bunga, kemarin ada ketemu beberapa hewan dari berbagai kalangan, ada serangga, kucing juga ada hahahaha. g ketinggalan, ni guwa ajak mereka berbaris jg deh hhihi…

Yap, kaki seribu

kaki 1000 g pake sepatu

Capung

Lalat full custom


Koloni semut abad 21


Nha klo ini kucing ndesso hehehe

Dari barisan hewan-hewan diatas, semuanya adalah hewan hidup. nha, ini ni yang bikin salut, meskipun hewan berikut ini sudah mati, tapi mereka menunjukkan sisa perjuangannya. jadi kurasa mereka bilang gini deh, “even if i’ve died, but at least i have died trying to proof something”… yap, dia adalah serangga kumbang besar (beetle borg). jadi di sebelah mess tu ada jalan dan dilengkapi dengan lampu jalan besar. serangga beetle borg ini jenis nocturnal dan photophobic, walhasil dengan segala kemampuan terbang yang luar biasa, serangga ini tancap gas terbang secepatnya menuju lampu yang terang. Tapi berhubung tidak ada papan peringatan bahwa ada bahaya didepan dan tak boleh asal tabrak. klo nabrak, dijamin fatal accident, head crash!!!
here it is…. …

Saluutt buat beetle borg ini, i see your struggle..


Beetle borg, the real nocturnal warrior.. KIA is a matter of a proven life.

hmm, ada hikmah yang di ambil dari perjalanan diatas… beetle borg memberi jejak yang mendalam dihatiku, baik untuk dicamkan dalam hati.

Selain 2 kategori diatas, masih ada kategori lain yang bisa kubagi, ada pemandangan sekitar dan juga saksi geologis yang ada disana. Bagian ini akan kutulis di sesi selanjutnyua.. so.. to be continued… πŸ˜›

see yaa… dont forget to leave a comment.. πŸ™‚

One thought on “Sekelumit perjalanan ke Pelintung, pinggiran wilayah Dumai, Riau

  1. hy, saya pemuda tempatan kelurahan pelintung. terima kasih atas kunjungannya ke kelurahan kami. terima kasih juga atas postingan yang menarik ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s