Alam bekerja dengan jalannya sendiri (Nature works how it should)…

Beberapa waktu yang lalu, saya ada dinas ke lokasi pabrik di Dumai, Riau. masih di tempat yang sama dengan di postingan sebelumnya.
Dibagian sisa ekskavasi lainnya, tampak sisa bukit yang menarik untuk dikunjungi lebih dekat. Punggung bukit masih sama seperti yang sebelumnya, berbasis batuan kapur, tapi lebih terlihat jelas dengan teksturnya.

Few weeks ago, i went to factory site in Dumai, Riau. It is still the same place to the previous place i posted on a chunk of trip to Pelintung, the remote factory site of Dumai, Riau
After hours, i took a trip to another section of the ex-excavation site, i saw this small chunk of remained excavated hill, which looked interesting to visit and check lilbit closer. This remained hill is the same as previous posted article, karst based rocky-soil hill, with a more clearer surface texture.

Punggung bukit sisa ekskavasi.. menarik untuk dilihat lebih jelas
Continue reading

Kegiatan bongkar muat curah di gudang

Saat ini sy kerja di perusahaan pupuk, kegiatan utama di import, distribusi, trading dan produksi pupuk. Berbagai macam pupuk yang menjadi komoditas yang diperjualbelikan. Kebanyakan pupuk diimport, indonesia hanya memiliki supply gas yang kemudian diproses menjadi urea. Ya, Indonesia punya pabrik urea yang bisa mencukupi kebutuhan nasional (jika diolah dengan benar).
Kembali ke topik ya… salah satu tahapan kerjaan yang sering dilakukan adalah bongkar muatan import dan memasukkan ke gudang. Biasanya pupuk masuk dalam bentuk curah, terutama untuk komoditas MOP/KCL, Phosrock, dan kadang Urea import. Yang paling sering 2 komoditas terdepan tadi. Untuk import, semakin banyak quantity importnya, biasanya akan dihitung semakin ekonomis biaya importnya. terutama biaya fixed costny spt perijinan. Tetapi untuk yg variabel-direct spt sewa gudang, biaya bongkar muat, dsb akan sangat bergantung dgn kuantitinya. Ditambah lagi dengan masalah demurrage/ despatch kapalnya.
Continue reading