Luasan lahan komoditas pertanian di Riau, Sumatera barat dan Jambi

Pewilayahan komoditas di daerah ini seperti telah dikemukakan dalam tulisanan sebelumnya, ditentukan atas dasar hasil penilaian kesesuaian lahannya untuk berbagai komoditas unggulan, keadaan lereng/ wilayah secara umum, serta kondisi penggunaan lahan saat ini. gambaran dibawah ini menyajikan hasil pewilayahan komoditas untuk masing-masing kabupaten. Tiap Wilayah Komoditas menunjukkan adanya satu atau lebih tanaman yang dapat dikembangkan pada wilayah tersebut.
Continue reading

Ketersediaan lahan gambut di Riau, Sumbar & Jambi

Pewilayahan komoditas dapat dipakai untuk pedoman bagi para perencana atau pemakai untuk memilih lokasi lahan-lahan yang dapat dikembangkan untuk komoditas yang diinginkan. Namun untuk operasionalnya Pewilayahan Komoditas ini harus dihitung Ketersediaan lahannya untuk masing-masing wilayah komoditas, agar dapat diketahui luasan yang betul-betul dapat dikembangkan untuk perluasan areal tanaman yang bersangkutan (Areal Extensifikasi).
Continue reading

Luas Lahan gambut di Riau, Sumbar dan Jambi

Berdasarkan hasil analisis citra Landsat TM tahun 2000-2001 penggunaan lahan gambut di daerah ini terdiri dari hutan rawa yang merupakan terluas, yaitu di Riau (3.128.760 ha), Sumatera Barat (86.590 ha) dan Jambi (493.055 ha). Sedangkan pengunaan lainnya adalah belukar dan rumput rawa, sawah, kelapa, kelapa sawit dan kebun campuran.

Tanah-tanah di daerah ini berkembang pada iklim tropika dengan curah hujan dan suhu relatif sama, maka variasi dari sifat tanah akan ditentukan oleh interaksi antara bahan induk, topografi, dan vegetasi/organisme terutama aktivitas manusia dan waktu. Berdasarkan ciri morfologi dan sifat fisiko kimianya, tanah-tanah pada lahan gambut di daerah ini diklasifikasikan menurut Soil Taxonomy kedalam Tropofibrits, Sulfohemists, Sulfihemists dan Tropohemists.
Continue reading

Penggunaan lahan gambut di Riau dan Sumbar (1)

Potensi sumberdaya lahan gambut di Propinsi Riau, Sumatera Barat dan Jambi cukup beragam karena adanya perbedaan iklim, bahan induk tanah, dan topografi/relief. Keragaman potensi sumberdaya lahan gambut tersebut mengindikasikan perlunya suatu perencanaan penggunaan lahan yang tepat, optimal dan berkelanjutan. Untuk mendukung perencanaan tersebut diperlukan data dan informasi lahan yang meliputi distribusi atau luas penyebaran, potensi dan kendala pengembangan serta teknologi pengelolaan lahan sesuai dengan sifat dan karakteristik lahannya. belum ada tersaji informasi yang akurat mengenai ketersediaan lahan dan penyusunan pewilayahan komoditas unggulan di lahan gambut.
Continue reading